Archive for the Category » Puisi «

Thursday, November 13th, 2008 | Author:

Cinta …

Sinar rembulan bersinar terang

Kala itu aku melihat senyumanmu dalam indahnya malam

Kerinduan dalam dinginnya malam

Selalu menyelimuti tubuh ini dalam kebekuan

Cinta …

Dalam setiap waktu aku selalu ingat kamu

Setiap hembusan nafasmu adalah jiwaku

Setiap langkahmu adalah harapanku

Kala itu aku sedang merindukanmu

Cinta …

Dalam hati ini sungguh sayang padamu

Dalam relung hati terlukis namamu

Kisah cinta dan kasih sayang kita

Cinta …

Senyumanmu membuatku terlena akan cinta

Wajahmu selalu hadir dalam setiap mimpiku

Hangatnya pelukamu selalu ku damba

Berikan warna hari ceria kita

Cinta …

Debar jantungku ketika dekat denganmu

Manis senyumanmu menyentuh dinding tubuhku

Memeluk erat rasa cinta yang bergelora dalam dada

Cinta …

Namun itu semua terlihat semu dimata

Harapan dan do’a semata

Namun aku tak kan putus asa

Trus berdo’a dan berusaha

Sungguh aku sayang padamu

Sungguh aku cinta padamu

Sungguh aku rindu padamu

Setiap detik …

Setiap saat …

Setiap waktu …

Dimana diri ini tak bersama dirimu

Entah apa gerangan ini

Perasaan ini lama telah ku nanti

Berat terasa tanpamu

Sungguh ganjil tanpa dirimu

Cinta …

Tersenyumlah bagai mentari pagi

Berharap akan warna baru dalam pelangi

Percayalah kasih …

Percayalah cinta …

Percayalah pujaan hati …

Category: Puisi  | One Comment
Thursday, October 23rd, 2008 | Author:

THE PAKUBUWONO RESIDENCE

Present Poem of The Day :

“TAMAN”

Kuhirup udara segar di sini

Asap dan debu di balik sana

Mampukah harum bunga bertahan

Memagari sudut-sudut taman

Siapa sempat peduli padamu

Hiruk-hiruk kota melupakanmu

Sejumlah orang tertidur lelap

Mereka hanya menabur mimpi

Di sini mereka selalu berteduh

Di tabir mimpi dan dunia nyata

Dunia kecil orang-orang kecil

Di taman terhimpit beton-beton

Kembalilah ke tamanmu

Biarkan bunga-bunga tumbuh

Menebar udara segar

Menampung mimpi Indah

“MIMPI DAN WASPADA”

Aku berpimpi jadi orang pintar

Ketika bangun tidak tahu apa-apa

Aku bermimpi jadi orang kaya

Ketika bangun belum punya apa-apa

Aku bermimpi bertemu dia

Ketika bangun dia sudah tiada

Kucari dia di sekitar rumahku

Mungkin dia belum jauh berlalu

Mungkin menyamar jadi bodoh dan miskin

Lebih bodoh dari aku, lebih miskin

Dan kalau mengenalinya, beranikah berkata :

Silahkan mampir ke rumahku?

“MIMPI BURUK”

Pulanglah !!!

Dan aku pulang

Setelah tergesa merapikan baju kisut dan rambut kusut

Didalam dada menumpuk kesakitan seorang jalanan

Gelap memberiku jalan buntu

Memaksaku meminta ke jalan batu

Di persimpangan aku harus berhenti

Di rumah setengah jadi genteng penyok

Di halamannya yang sempit diantara pagar kerompang

Berdiri pohon entah apa, daunnya gimbal dan semrawut

Seperti seorang gila yang sedang menunggu

Di ruangan diantara patahan dinding bata

Ada seepotong kaca retak

Memamfaatkan wajah duka seorang pendosa

Udara serbuk-serbuk pahit

Di kursi renyuk

Menanti kakek tua cerewet yang sakit

0, waktu tunggu aku untuk tidak menyerah disini

“CANDU”

Ada yang dating menagih

Pada malam yang tak pernah ku tunggu

Dia menagih dengan aroma candu dimulutnya

Yang tiba-tiba tercicip lidahku

Aku tak peduli rasa apa yang ku kecap

Mungkin air mata yang baru kering

Atau napas kemarau dengan ciuman gersang

Pada hari-hari yang lamau

Di dating dan tak pernah bertanya

Pada duka yang membuat garit tajam di kulit

Atau tonjolan urat dan tulang dipipi

Dia tak pernah mau tahu sedang meraba tubuh susut

Dada kempis, punggung perih, dan leher yang berat

Karena malam mengusik

Aku tak peduli, meskipun luka

Yang tengah aku atau dia gali

Meskipun sama-sama ada darah disela kuku kami

Aku atau dia hanya ingin melihat

Jiwa yang basah tiba-tiba bersenandung pagi hari

Berani menentang apa pun

Category: Puisi  | 4 Comments
Monday, September 17th, 2007 | Author:

 Love

 

Cinta Itu.. Cinta itu suatu hal yang mengesankan dan ‘harus
dipertahankan’ jika memang sudah sepadan. Seperti
kata kata berikut:

cinta tak pernah akan begitu indah, jika tanpa
persahabatan…..yang satu selalu menjadi penyebab
yang lain dan prosesnya… adalah irreversible……

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang
terhebat. Jika engkau mencintai seseorang, jangan
berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.

Satu diantara kalian akan memberikan lebih, yang
lain akan dirasa kurang……….. Begitu juga
dalam cinta: engkau yang mencari, dan yang lain
akan menanti……

Flower

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta…. mungkin
akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan
menyebabkan engkau sakit dan menderita….. tapi
jika engkau tidak mengikuti kata hati, pada
akhirnya engkau akan menangis…….jauh lebih
pedih…karena saat itu menyadari bahwa engkau
tidak pernah memberi….cinta itu sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah
komitmen….Perasaan bisa datang dan pergi begitu
saja…… Cinta tak harus berakhir
bahagia…..karena cinta tidak harus berakhir…..

Cinta sejati mendengar apa yang tidak
dikatakan…. dan mengerti apa yang tidak
dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir
dan lidah atau pikiran……… melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan
apapun sebagai imbalan, karena jika engkau
demikian, engkau bukan mencintai,
melainkan…..investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk
menerima penderitaan. Karena jika engkau mengharap
kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan….
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama
seseorang yang engkau cintai daripada kehilangan
seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang
tak berguna itu……..

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena
bunga mati kala musim berganti, cintailah mereka
seperti sungai, sebab sungai mengalir
selamanya……..

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan
kepingan2 kaca, tapi tancapkan dalam pikiranmu,
bahwa Ada seseorang yang akan bersedia untuk
menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali
pecahan2 kaca itu…..
Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali…..

So…..berjuanglah hingga dapat cinta sejati, OK!!!!!

Category: Puisi  | 7 Comments
Monday, June 18th, 2007 | Author:

HITAM PUTIH CINTA KUTatkala aku mencintai ….
Tiada berbalas cintaku dan aku berhenti mencintai ….
Betapa kemudian aku menyadari ….
Kesuraman hitam putih cinta yang aku miliki ….

Ketika aku mencintai ….
Kemudian tiada lagi yang aku cintai ….
Terasa hilang semua cinta yang biasanya aku temui ….
Rupanya kelam hitam putih cinta yang aku jalani ….

Ketika aku dicintai ….
Namun tiada aku menyadari ….
Tak sedikitpun aku mencoba mengerti ….
Keangkuhan hitam putih cinta yang kemudian di jiwa merajai ….

CINTAKU TIADA KAYA WARNA ….
BERDIAM IA DALAM KEADAAN PEMBERIAN DAN KEINGINAN MENERIMA SEMATA ….

Akupun berlari untuk sebuah pencarian
Menempuh waktu yang terdesak oleh keterbatasan
Bersama harap yang tiada berhenti
Sampai berbagai warna akhirnya kudapati

Tatkala aku mencintai ….
Tiada berbalas cintaku dan ketidakpuasan mewarnai ….
Betapa kemudian aku menyadari ….
Warna ketulusan sudah waktunya kulukiskan di hati ….

Ketika aku mencintai ….
Batasan waktu menghilangkan yang aku cintai ….
Warna kesabaran, dan penerimaan yang mesti diberi ….
Sebelum kekelaman hati dalam kehampaan aku jalani

Ketika aku dicintai ….
Belajar aku menorehkan warna menghargai ….

Cinta … apakah cinta ….?
Ya … Rabb ….
Andaikan cinta adalah belenggu
Jadikan aku orang yang terikat dengannya ….
Pabila cinta keluasan lautan ….
Adakah Engkau mengizinkan aku tenggelam di dalamnya?
Ya … Rabb ….
Ikatlah aku hanya dengan belenggu cinta-Mu
Tenggelamkan aku dalam lautan cinta-Mu
Biarlah aku menjalani semua cinta karena dan untuk satu cinta
Cinta dalam kemuliaan … untuk keabadian … cinta-Mu … cinta-Mu ….

Kupersembahkan untuk semua yang mencintai … semua yang dicintai … dan semua yang sama-sama sedang mencoba menjalin cinta …. cinta hakiki … dengan-Nya Yang Maha Mencintai ……………………………………………………..

Réésyaira Annisa

Category: Puisi  | 3 Comments

IP


Site Meter