Archive for August 30th, 2008

Saturday, August 30th, 2008 | Author:

Pernah ada seorang anak dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku sebatang paku dip agar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku di pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri atau bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: *“Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar”.*

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa menusukkan pisau di punggung dan mencabutnya kembali, tetapi akan menggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Mungkin semua yang aku lakukan tidak akan mampu menghapus luka akibat kesalahan yang telah aku lakukan.

Namun izinkan aku mengucapkan…………

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Mohon Maaf Atas Segala Kesalahan.

Category: Umum  | 7 Comments

IP


Site Meter